Pesonadewata.com – Sate lilit Bali merupakan sajian kuliner lezat khas Pulau Dewata yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pulau Bali menawarkan pilihan wisata yang begitu beragam bagi para wisatawan domestik dan mancanegara. Mulai dari wisata pantai, wisata pegunungan, wisata budaya, hingga wisata kuliner.

Mencicipi kuliner Bali adalah hal wajib saat Anda mengunjungi pulau cantik ini. Berbagai sajian nikmat bisa Anda temukan di berbagai daerah, mulai dari seafood, makanan western, dan masakan tradisional khas Pulau Bali. Selain ayam betutu, Bali juga memiliki kudapan lain yang tak kalah menggoyang lidah.

Penggemar olahan daging harus mencoba sate yang dibuat dengan resep khusus secara turun-temurun ini. Jika sate umumnya disajikan dengan cara ditusuk, maka sate lilit dibuat dengan cara melilitkan daging pada tusuknya. Tusuk sate yang digunakan pada sate lilit Bali pun unik, yaitu menggunakan batang serai.

Mengenal Sejarah Sate Lilit

Dalam bahasa Bali, lilit mempunyai arti bungkus atau membungkus. Dengan demikian bisa diartikan bahwa sate lilit adalah sate yang dibungkus. Masyarakat Hindu Bali memiliki kebiasaan menyajikan sate lilit sebagai sesaji untuk persembahan atau penghormatan kepada Dewa. Kuliner yang satu ini banyak ditemukan pada upacara keagamaan.

Berbeda dari sate lainnya, sate lilit dibuat dengan daging giling yang kemudian dililitkan pada tusuk sate. Daging yang digunakan biasanya berupa daging ikan atau daging babi. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak wisatawan yang ingin mencicipi sate lilit tetapi tidak bisa mengonsumsi daging babi.

Sehingga dibuatlah inovasi resep sate lilit Bali menggunakan daging ayam yang digiling. Berbagai rempah juga dipakai dalam pengolahan kudapan lezat ini. Kekayaan bumbunya membuat sate lilit memiliki cita rasa yang istimewa. Uniknya, pembuatan sate lilit hanya dilakukan oleh para kaum lelaki.

Filosofi di Balik Sate Lilit

Pada kegiatan upacara keagamaan umat Hindu Bali, sate lilit menjadi salah satu sajian utama yang dipersembahkan dalam sesaji. Jumlah yang disajikan biasanya pada angka ganjil. Untuk kebutuhan sesaji, jumlah sate lilit yang dibuat sangat banyak. Untuk itu, kaum pria lah yang turun tangan mempersiapkan sate lilit.

Tidak tanggung-tanggung, pria yang ambil bagian dalam pembuatan makanan ini pun bisa mencapai 50 hingga 100 orang. Semua proses meliputi penyembelihan hewan, membuat bumbu, meracik adonan, melilit daging, sampai pemasakannya dilakukan oleh pria. Sehingga sate lilit sering dijadikan lambang kejantanan pria.

Bahkan ada anggapan bahwa pria yang tidak bisa membuat sate lilit Bali akan dipertanyakan kejantanannya. Sate lilit biasanya dihidangkan dengan makanan lain seperti lawar. Ada empat jenis lawar yang melambangkan mata angin. Lalu sate lilit berjumlah 3 atau 5 diikat dan dihidangkan di bagian tengah.

Cara Membuat Sate Lilit

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sate lilit Bali antara lain daging giling, bisa menggunakan daging ayam, ikan, atau babi, tepung kanji, tepung terigu, telur ayam, serta aneka rempah. Rempah yang terdiri dari kunyit, jahe, kencur, lengkuas, bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan garam dihaluskan.

Bumbu yang sudah halus lalu ditumis. Setelah itu, dimasukkan ke adonan daging giling, tepung kanji dan terigu, serta telur ayam. Setelah itu, adonan yang sudah jadi dililitkan ke batang serai. Kemudian tinggal dipanggang dengan api kecil sampai sate matang sempurna.

Rasanya tidak lengkap jika mengunjungi Bali tanpa mencicipi aneka kuliner khasnya. Begitu juga dengan sate lilit yang menjadi sajian istimewa saat Anda berlibur di Pulau Dewata. Tak perlu khawatir, kini Anda bisa menikmati lezatnya sate lilit Bali di berbagai restoran yang cocok disandingkan dengan ayam betutu Bali.