Pesonadewata.com – Pura menjadi tempat ibadah utama yang ada di Bali. Bahkan, keberadaan pura di Bali begitu banyak. Tak heran kalau Bali memperoleh sebutan sebagai pulau seribu pura. Namun, tahukah Anda ada beragam jenis pura di Bali yang masing-masing karakteristik serta fungsinya memiliki perbedaan satu sama lain.

Terkadang, Anda akan menemukan pura dengan ukuran bangunan yang begitu masif di Bali. Sebagai contoh, Anda bisa menjumpai keberadaan pura berukuran besar ini di Pura Besakih. Namun, di tempat lain, ada pula pura yang yang tidak terlalu besar dan bahkan digunakan sebagai tempat peribadahan kelompok masyarakat tertentu.

Keberadaan parahyangan (tempat suci) bagi masyarakat Bali menjadi sangat penting. Hal ini erat kaitannya dengan konsep Tri Hita Karana yang diyakini oleh masyarakat Bali merupakan bentuk harmonisasi hubungan manusia dengan Tuhan, dengan alam dan sesamanya yang bisa membawa mereka pada kesejahteraan lahir bathin. Tri Hita Karana sendiri diartikan 3 penyebab kesejahteraan. Untuk membangun harmonisasi hubungan manusia dengan Tuhan dan alam, maka keberadaan parahyangan (pura) menjadi sangat penting sebagai media pemujaan terhadap Tuhan dan alam semesta.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam mengharmonisasikan hubungan dengan Tuhan dan semesta masyarakat Bali pada masih menekankan pada ritual pemujaan. Memang alangkah lebih baik bila kedekatan terhadap Tuhan dalam segala fungsi manifestasiNya terutama yang erat kaitannya dengan alam, hendaknya juga diimbangi dengan perilaku yang bersahabat juga dengan alam sekitar. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian alam sekitar kita dalam keseharian interaksi kita dan bukan hanya mengaturkan banten persembahan pada hari-hari tertentu saja untuk kemudian kita eksploitasi secara berlebihan.

Tak hanya dari segi fungsi persembahan, jenis pura di Bali juga dibangun dengan prinsip yang tertata rapi. Prinsip yang dimaksud adalah Asta Kosala Kosali serta Tri Hita Karana. Pembangunan pura dengan berdasarkan kedua prinsip tersebut memastikan bahwa bangunan pura memiliki desain yang selaras dengan Pencipta, sesama manusia, serta lingkungan.

Pengelompokan Jenis Pura di Bali

1. Pura kahyangan jagat dan dang kahyangan jagat
Jenis pura yang satu ini merupakan pura yang menjadi tempat pemujaan universal. Jumlah pura yang termasuk dalam jenis pura kahyangan jagat di Bali sangat terbatas. Hanya ada 9 pura yang bisa ditemukan, semuanya berada di 9 arah mata angin.

Selain itu, ada pula pura dang kahyangan yang tidak hanya menjadi pemujaan universal, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan pada guru suci. Jumlah pura dang kahyangan di Bali lebih banyak. Lontar dari zaman dulu menyebutkan bahwa ada sebanyak 34 pura dang kahyangan di Bali.

2. Pura kahyangan tiga
Setiap desa pakraman yang ada di Pulau Bali memiliki 3 tempat suci utama. Tiga tempat suci utama itu disebut dengan nama pura kahyangan tiga. Tiga pura tersebut masing-masing adalah Pura Desa yang menjadi stana Dewa Brahma, Pura Dalem yang menjadi stana Dewa Siwa, serta Pura Puseh yang merupakan stana Dewa Wisnu.

3. Pura swagina
Pura swagina merupakan pura yang secara khusus ditujukan untuk pemujaan umat Hindu Bali dengan mata pencaharian tertentu. Sebagai contoh, Anda akan menjumpai Pura Melanting yang ditujukan untuk pedagang. Anda juga akan menemukan pura yang secara khusus ditujukan untuk mereka yang berprofesi sebagai petani, pegawai kantoran, ataupun pegawai pemerintah.

4. Pura kawitan
Pura kawitan merupakan pura khusus yang pembangunannya ditujukan untuk satu garis keturunan atau yang juga disebut wit. Contoh jenis pura di Bali yang masuk dalam kategori ini adalah adanya sanggah yang ada di rumah masing-masing warga Hindu Bali. Selain itu, ada pula Paibon, Panti, Pedarman, ataupun Dadia di Pura Besakih.