Pesonadewata.comKota Denpasar adalah ibu kota Provinsi Bali, Indonesia. Nama Denpasar berasal dari kata “den” (utara) dan “pasar” sehingga secara keseluruhan bermakna “Utara Pasar”. Asal kata ini menunjukkan asal kota sebagai kota pasar, di tempat yang sekarang disebut Pasar Kumbasari (sebelumnya “Peken Payuk”), di bagian utara kota modern.

Sejarah Kota Denpasar

Pada Zaman Kolonial Belanda Denpasar pada mulanya adalah sebuah taman. Taman tersebut tidak seperti taman pada umumnya, karena menjadi taman kesayangan dari Raja Badung saat itu, Kyai Jambe Ksatrya. Pada waktu itu, Kyai Jambe Ksatrya tinggal di Puri Jambe Ksatrya, yang kini menjadi Pasar Satria.

Sebelumnya kawasan ini merupakan bagian dari Kerajaan Badung, sebuah Kerajaan Hindu Majapahit yang berdiri sejak abad ke-18 s.d abad ke-19, sebelum kerajaan tersebut ditundukan oleh Belanda pada tanggal 20 September 1906, dalam sebuah peristiwa heroik yang dikenal dengan Perang Puputan Badung.

Setelah kemerdekaan Indonesia, berdasarkan Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958, Denpasar menjadi ibu kota dari pemerintah daerah Kabupaten Badung, selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Des.52/2/36-136 tanggal 23 Juni 1960, Denpasar juga ditetapkan sebagai ibu kota bagi Provinsi Bali yang semula berkedudukan di Singaraja

Kecamatan-Kecamatan di Kota Denpasar

Kota Denpasar terdiri dari 4 kecamatan, 16 kelurahan, dan 27 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 638.548 jiwa dengan luas wilayah 127,78 km² dan sebaran penduduk 4.997 jiwa/km².

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Denpasar, adalah sebagai berikut: Denpasar Barat, Denpasar Selatan, Denpasar Timur dan Denpasar Utara.

Sektor Pariwisata di Kota Denpasar

Perkembangan pariwisata dan daya tarik pulau Bali, secara tidak langsung telah mendorong kemajuan pembangunan di Kota Denpasar. Pada tahun 2000, jumlah wisatawan mancanegara yang datang berkunjung mencapai 1.413.513 orang, dan menempatkan jumlah wisatawan terbanyak dari Jepang kemudian disusul dari Australia, Taiwan, Eropa, Inggris, Amerika, Singapura dan Malaysia.

Kebijakan pengembangan pariwisata di Kota Denpasar menitikberatkan pada pariwasata budaya berwawasan lingkungan. Sebagai salah satu sentra pengembangan pariwisata, Kota Denpasar menjadi barometer bagi kemajuan pariwisata di Bali, hal ini dapat dilihat dengan munculnya berbagai hotel berbintang sebagai sarana menunjang aktivitas pariwisata tersebut.

Tempat Wisata di Kota Denpasar

Pantai Sanur merupakan salah satu kawasan wisata pantai yang ramai dikunjungi. Sementara Lapangan Puputan merupakan kawasan ruang terbuka hijau di Kota Denpasar sekaligus berfungsi sebagai paru-paru kota.

Pantai Sanur - Kota Denpasar
Pantai Sanur

Denpasar memiliki beberapa tempat wisata yang memiliki unsur sejarah dan rekreasi diantaranya adalah:

Museum Bali – tempat ini awalnya adalah tempat berdiamnya keluarga kerajaan, Lapangan Renon – pusat aktivitas keluarga dan juga terdapat Monumen Bajra Sandhi yaitu monumen perjuangan rakyat Bali. Taman Puputan – tempat pentas seni, Pasar Kreneng, Simpang Dewa Ruci atau Simpang Siur – terdapat Mal Simpang Siur atau Discovery Mall. Puri Santrian, Pantai Sanur, Ekowisata hutan mangrove atau bakau, Taman Budaya, Desa Budaya Kertalangu, Pasar Burung Satria, Pantai Sindu, Pura Agung Jagatnatha, Pura Sakenan.

Makanan atau Wisata Kuliner di Kota Denpasar

Warung Made Bali - Kota Denpasar
Warung Made Bali

Denpasar juga terkenal dengan wisata kulinernya. Beberapa tempat yang sangat dikenal baik oleh turis lokal maupun mancanegara adalah:

  • Nasi Ayam Kedewatan – Jalan Tukad Badung, Denpasar
  • Nasi Ikan Mak Beng – dekat Hotel Radisson
  • Nasi Campur – Pantai Segara, Sanur
  • Babi Guling Chandra – Jalan Teuku Umar (non-halal)
  • Warung Wardana – Jalan Merdeka, Denpasar
  • Bebek Goreng HT – Jalan Merdeka, Denpasar
  • Sate Plecing – Jalan Yudhistira, Denpasar (non-halal)
  • Depot Kepiting Super – Jalan Bypass Ngurah Rai
  • Resto Bali Nikmat – Jalan Raya Kuta deket Alfa
  • Warung Batan Waru – sebelah Discovery Mall
  • Warung Made – Kuta
  • Ikan Bakar – Jimbaran
  • Nyoman Cafe – Jimbaran
  • Menega Cafe – Four Seasons Jimbaran
  • Jebak (Jejak Bali Kuliner) – Jalan Teuku Umar, Denpasar

Pusat Oleh-Oleh di Kota Denpasar

Beberapa oleh-oleh Bali yang terkenal diantaranya adalah dodol bali, brem, kacang rahayu, pie susu, kacang disco, salak bali, kacang kapri, kerupuk ceker ayam, pia legong dan kopi bali. Beberapa tempat khusus yang menjual oleh-oleh diantaranya adalah:

  • Toko Krisna
  • Toko Erlangga
  • The Keranjang
  • Pasar Kumbasari

Kota Denpasar sendiri merupakan kota dengan penduduk yang mempunyai keberagaman adat budaya dan agama, karena merupakan tujuan bagi para penduduk luar pulau Bali untuk mengadu nasib di Pulau Dewata ini.